Selasa, 21 Juli 2009

HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS

Bacaan : Roma 8 : 9

Ayat ini berkata dengan jelas tentang Roh Kudus juga berbicara tentang Roh Allah, dan Roh Kristus dalam satu ayat. Secara theologis memang disebutkan bahwa Roh Kudus bukanlah Bapa, juga bukanlah Yesus Kristus, tetapi adalah Allah. Orang yang percaya jika hidup dalam Roh Kudus, berarti Roh Allah juga berdiam dalam orang percaya, nah jika pada saat itu orang tersebut tidak memiliki Roh Kristus berarti ia bukan milik Kristus. Keadaan demikian tentu tidaklah mungkin sebab Roh Kudus adalah Roh, Roh Allah juga adalah Roh, Roh Kristus juga adalah Roh. Ketiga Roh tersebut adalah Roh yang sama yaitu Roh Allah Tritunggal.

Jika manusia yang percaya pada Tuhan Yesus hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka orang tersebut tidak lagi hidup dalam daging (tabiat duniawi), tetapi dapat dikatakan orang beriman tersebut hidup di dalam penguasaan Roh Kudus. Orang yang dibawah pimpinan Roh hidupnya berbeda dengan kehidupan biasa, sebab hatinya rindu akan firman atau melakukan firman Tuhan, rindu berdoa atau bersaksi. Juga, berarti orang tersebut dapat tidak melakukan dosa, sebab hatinya takut akan Tuhan, jijik terhadap dosa, hati nuraninya juga bersuara dengan benar.

Di samping itu kita perlu kita mengerti makna ayat 9 ini, yang dimaksud Paulus bukan perorangan tetapi 'kamu' sebagai kesatuan, sebagai persekutuan, sebagai rumah Allah. Bandingkan 1 Korintus 12:13 'menjadi satu tubuh.' Kita sudah dibaptiskan di dalam satu Roh menjadi satu tubuh, baik orang Yahudi, baik orang Gerika, baik abdi, baik orang merdeka, maka sekalian diisi dengan Roh yang satu. Tidak ada perbedaan suku dan ras lagi. Bdk. 1 Korintus 6:7; Efesus 4:4. Semua orang percaya menjadi satu dalam Roh.

Arti baptis di sini adalah dimasukkan ke dalam Roh yang sama, theologi Paulus tidak mengatakan bahwa orang yang telah dibaptis oleh Roh Kudus itu harus ada dengan tanda-tanda karunia, khususnya bahasa lidah atau bernubuat. Jadi gagasan rasul Paulus (Alkitab) ialah, bahwa orang beriman dimasukan (dibaptiskan) ke dalam hubungan yang baru dengan Kristus, di mana Roh Kudus menguasai hidup orang beriman tadi. Ungkapan ini mungkin masih perlu penjelasan, yaitu bagaimana Roh Kudus itu menguasai hidup orang beriman. Yang tadinya tidak dapat berdoa sekarang mulai dapat, mulai memperhatikan perkara-perkara rohani, berusaha menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mulai suka membaca Alkitab, berani bersaksi tentang injil keselamatan.

Semua ini menyatakan bahwa Roh Kudus memberikan kehidupan yang baru pada orang beriman, yaitu menghidupkan orang yang tadinya mati oleh dosanya. Sedangkan baptisan Roh Kudus menunjuk pada Allah yang memberikan kuasa pada umatNya untuk pelayanan. Dengan demikian orang beriman dapat mengungkapkan suatu hidup yang dikuasai Roh Kudus, yang gemar akan Roh Kudus, yang mau dipimpin serta berjalan-jalan bersama di dalam Roh Kudus. Inilah penyerahan diri yang dikuasai Roh Kudus. Ada satu hal yang penting, pemeteraian Roh Kudus Efesus 1:14 juga memberi arti bahwa orang percaya sudah berada dalam Roh Kudus. Dan Paulus tidak berbicara soal tanda-tanda orang yang dibaptiskan dalam Roh Kudus di kitab Efesus. Tetapi tanda-tanda penuh Roh Kudus atau mendukakan Roh Kudus ada dibicarakan.

Ilustrasi: Saudara, suatu kali saya mendengar siaran khotbah di TV, Yang menjadi pembicara saat itu adalah seorang hamba Tuhan wanita bersama dengan seorang hamba Tuhan lainnya. Salah satu kalimat yang disampaikan oleh hamba Tuhan wanita di TV itu demikian:' Aku memberikan kebebasan kepada Roh Kudus bekerja secara heran dalam acara ini.' Ketika saya dengar saya menjadi terkejut, apakah tidak salah dengan kalimat yang baru saya dengar itu. Luar biasa sekali Penginjil wanita ini, dia sangat berkuasa sehingga dapat memberikan kebebasan kepada Roh Kudus untuk bekerja secara heran dalam acara siaran TV tersebut. Penginjil ini berkuasa memimpin Roh Kudus bukan dipimpin. Kemudian dia juga berkata, saat ini Roh Kudus telah berkata pada saya bahwa ada diantara pemirsa yang sakit di dada atau dikepala, percayalah bahwa Roh Kudus Allah sedang akan menyembuhkan saudara, letakanlah tangan anda pada bagian yang sakit. Ikutilah saya berdoa. Kedengarannya luar biasa sekali khotbahnya, pada suatu kali sewaktu pelawatan ada jemaat yang bertanya, kenapa saya tidak sembuh ya, pada hal saya yakin dan mengikuti doa yang diucapkan oleh penginjil wanita itu di TV.

Pertanyaan ini telah membuat saya bingung, tidak menjawab ya salah, jawab juga salah, saya hanya tahu bahwa jemaat yang bertanya itu berusia 93 tahun, dia tidak sakit tapi sudah tua, badannya sudah tidak kuat, tidak ada daya lagi untuk menyanggah tubuhnya yang telah tua renta. Itu yang saya mengerti.

Saudara yang kekasih, saya pernah mendengar suatu ajaran mengenai orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, ceritanya sebagai beribut, ada seorang ibu yang kata orang segerejanya bahwa dia dipenuhi oleh Roh Kudus, sehingga ibu ini disebut ibu Roh Kudus. Ibu ini berdoa dan dapat melihat hari depan orang, dapat melihat feng sui (tata letak) rumah orang baik atau jahat. Dapat juga menolak bala atau nasib sial seseorang. Dapat menyelesaikan persoalan WIL atau PIL dalam keributan rumah tangga.

Bukankah ajaran yang demikian sesasional sekali? Ibu Roh Kudus ini telah berkeliling Jawa Barat menjajakan ajarannya sambil buka praktek. Bukan hanya menerima persembahan tetapi juga dia menentukan tarif konsultasinya.

Contoh diatas menyatakan pada kita bahwa banyak hamba Tuhan yang tidak mengerti, tidak memahami makna dan maksud dari Alkitab, tetapi hanya memakai theologi perasaan, tafsiran tanpa dasar Alkitab. Lebih banyak memakai pikiran yang tidak berdasarkan pandangan dogmatis gereja yang benar.

Akhirnya, bukankah ajaran-ajaran demikian telah mengakibatkan bingunglogi? Pada hal Alkitab tidak pernah memberikan contoh yang demikian, juga, saya jamin lah, itu bukan pekerjaan Allah Roh Kudus.


Sumber : kiriman dari Sahabat Seiman Kristen tanggal 19 Juni 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar